DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 5

Author : HUNHANNISSA (ANISSA SAVANA)

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan | Tiffany Hwang | Park Chanyeol

Support cast : find it by your self

Genre : romance, sad, family

Length : chapter

0

Kehidupanku sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Harta, kedudukan, dan kehormatan semua telah kumiliki sejak aku terlahir di dunia ini. Namun, tiba-tiba seseorang yang tak kukenali merampas semuanya tanpa belas kasihan sedikit pun. Haruskah ku terima perlakuannya padaku? atau aku harus membalasnya seribu kali lipat?

Baca lebih lanjut

Iklan

DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 2

A

Author : HUNHANNISSA (ANISSA SAVANA)

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan | Tiffany Hwang | Park Chanyeol

Support cast : find it by your self

Genre : romance, sad, family

Length : chapter

Kehidupanku sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Harta, kedudukan, dan kehormatan semua telah kumiliki sejak aku terlahir di dunia ini. Namun, tiba-tiba seseorang yang tak kukenali merampas semuanya tanpa belas kasihan sedikit pun. Haruskah ku terima perlakuannya padaku? atau aku harus membalasnya seribu kali lipat?

Preview chapter 1
“Appaaaa!!” teriakku
segera ku hampiri appa yang tengah tergeletak dilantai.
“M-mi-an m-mem-bu-at ka-li-an s-su-lit. Mi-an”
“Apppaaaa”
“Tidak Yunho. Kumohon jangan tinggalkan aku” teriak eomma yang tengah memeluk tubuh appa.
“Hiks.. Yunho-ah hiks.. bangun”
“Appa hiks hiks.. jangan tinggalkan kami”
“Sica-ah” ujar eommaku kemudian kurasakan kini eomma mendekap erat tubuhku.
Aku harus kuat, ya. Kasihan eomma, aku harus melindungi eomma mulai saat ini.
“Eomma uljimma” ujarku seraya membalas pelukan eomma
“hiks hiks”

DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 2

2 jam kemudian…
Jessica pov
Disinilah aku berada sekarang. Disebuah pantai yang seharusnya menceritakan kegembiraan. Appa, mungkin saat ini tengah mengarungi indahnya pantai ini dengan senyuman terlukis diwajahnya. Ehm, kuharap begitu.
‘Appa, jangan memikirkan kami disini. Aku berjanji, aku akan membuat eomma bahagia. Appa, aku mohon tetaplah tersenyum sebagaimana selama ini yang selalu kau ajarkan padaku. Doakanlah kami, agar kami dapat menjalankan kehidupan kami dengan baik’ batinku.
Setetes air mata terjatuh lagi membuat aliran sungai diwajah ini. Tatapan kosong ini, tetap memandang hamparan air dihadapannya. Rasanya seperti mimpi. Baru saja pagi tadi, aku mencium kedua pipi appaku. Baru saja pagi tadi, kami sarapan seraya bercengkrama dengan riang. Hah, kenapa roda kehidupan cepat sekali berputar? Aku, aku ingin sekali menyusul kepergianmu appa. Namun aku sadar, masih ada eomma yang membutuhkanku disini. Eomma yang saat ini tengah menangis dibahuku. Mata yang biasanya membentuk senyuman indah itu kini berubah menjadi mata yang sembab dengan tatapan yang kosong.
“Eomma, ayo kita pulang” ujarku lembut
“Aniyo, eomma ingin masih disini menemani appamu” isak eomma
“Eomma, jangan begini. Appa pasti akan sedih. Eomma, aku tahu ini sangat berat. Tapi percayalah Tuhan pasti akan membantu hambanya yang sedang kesulitan. Uljimma”
“J-Jessica-ah, kita tidak bisa tinggal dirumah itu lagi. Besok, pasti rumah itu akan diambil” ujar eomma yang kembali menangis
Sakit, sakit sekali rasanya menerima semua ini. Eomma yang tak henti-hentinya menangis membuatku hampir mati karena sesak yang menyiksa batin ini. Tuhan, tak bisakah kau juga mengambil nyawa kami?
“Eomma, kita cari tempat tinggal yang lain ne. Jessica janji akan mencari cara agar rumah itu kembali pada kita” ujarku tersenyum seraya mengusap punggung eomma.
“Bagaimana Jessica-ah, kita tidak memiliki apa-apa sekarang”
“Sssstt. Eomma, eomma masih punya Jessica. Jessica akan bekerja keras, eomma tenang saja. Kajja, hari sudah mulai malam” ujarku kemudian menuntun eomma meninggalkan tempat ini.

Akhirnya, kami telah sampai dirumah kami. Saat ini, eomma tengah berbaring dikamarnya. Sekilas, ku kecup kening eooma.
‘Eomma, Jessica janji akan membuat eomma tersenyum lagi’ batinku
Ku masukkan semua barang-barang milik eomma, appa dan tak lupa juga barang-barangku ke koper besar milik kami. Walaupun appa telah tiada, namun aku tak ingin membuang barang-barang appa begitu saja. Tak sengaja mataku menangkap sebuah foto yang menampakkan senyuman riang dari keluargaku. Tapi, aku sadar semuanya hanya masa lalu. Kini hanya ada aku dan eomma. Kami harus memikirkan bagaimana menata hidup kami setelah ini. Aku sangat menyesal tidak pernah membantu keluargaku. Aku sangat bodoh, aku hanya bisa bermanja-manja selama ini. Apa mungkin ini karma bagiku? Jika ia, mengapa keluargaku juga ikut terseret didalamnya?
“Noona” ujar seseorang yang kini tengah berada didepanku.
“B-baekhyun??” ujarku terkejut
“Noona” ujarnya lirih kemudian memelukku erat. Bisa kurasakan pundakku basah karena air matanya.
“Baekki, uljimma. Kau sangat cengeng” ujarku kemudian melepaskan pelukan kami.
“kau terlihat jelek jika kau menengis”
“Noona, disaat seperti ini kenapa masih bisa mengejekku?”
“Kau lucu Baekki” ujarku tersenyum
“Noona, kenapa noona membereskan barang-barang noona?”
“A-ah, noona ingin pergi keluar negeri Baekki-ah”
“Jinja? Tapi bukankah paman baru meninggal?”
“Ehm, noona ingin berlibur dengan eomma” ujarku tersenyum
“Ah, baiklah. Hati-hati ne. Nikmati liburan kalian. Berjanjilah noona tidak akan bersedih” ujarnya seraya mengancungkan kelingkingnya.
Aku hanya bisa tersenyum “Ne. Noona janji” ujarku kemudian melingkarkan jari kelingkingku dengan kelingkingnya.
“Noona, appa dan eomma juga turut berduka cita”
“Ne. Sampaikan salamku pada mereka. Jaga dirimu baik-baik. Jangan nakal pada mereka. Kau harus membuat mereka bahagia ne? Berjanjilah pada noona”
“Ne, aku berjanji”
“Baekki-ah, sudah malam. Kau harus pulang”
“Aku tidak mau. Aku disini saja menemani noona”
“Baekki-ah, baru saja kau berjanji akan tidak nakal. Sekarang kau malah mengingkarinya” ujarku cemberut
“Arraseo. Baekki pulang ne”
“Ehm, hati-hati ne”
“Ne. Noona juga hati-hati. Jika noona membutuhkan bantuanku, telephone aku ne ” ujarnya tersenyum
“Ne”
‘Hah, aku beruntung masih mempunyaimu Baekki-ah. Walau kau hanya anak dari pegawai appa, tapi aku sudah menganggap kau sebagai adikku. Mian, karena aku membohongimu Baek. Kelak, aku ingin bertemu lagi denganmu Baekki-ah. Jangan lupakan aku ne’
Tanpa sadar air mataku kembali jatuh.
Esok paginya…
Normal pov
Pagi-pagi sekali Jessica tengah membuat sarapan untuk dirinya dan sang eomma. Baru kali ini Jessica mau terjun ke dapur. Jangankan untuk memasak, seumur-umur Jessica kedapur hanya untuk menghampiri eommanya yang sedang memasak. Namun sekarang Jessica sadar, kehidupannya tak seindah dulu lagi. Jessica, gadis itu sekarang tengah menyiapkan makanan di meja makan. Sedari tadi, air mata tak henti-hentinya mengalir dari mata hazelnya.
“Ah, ada apa denganku” ujar Jessica seraya menghapus air matanya
‘Maaf eomma jika makanannya tidak enak’ batin Jessica
Nyonya Jung pov
Aku melihat Jessica yang berusaha memasak di dapur. Hatiku sakit melihat putri kecilku itu bekerja keras demi eommanya yang bodoh ini. Harusnya aku yang menguatkan Jessica. Namun, aku malah membuatnya susah. Aku tahu benar bagaimana sifat suamiku. Ia tidak akan berhutang jika keadaan tidak memaksanya. Dasar brengsek, orang itu tak akan kulepaskan. Aku tahu suamiku tidak salah dalam hal ini. Aku harus membunuhnya sekarang juga.
Jessica pov
“Eomma, sarapan sudah siap” teriakku
Tidak ada tanda-tanda eomma membalas ucapanku. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi kekamarnya.
“Eomma” panggilku saat ia tak kutemukan dikamarnya. Semua ruangan telah kujelajahi. Tapi tak nampak tanda-tanda eomma disana.
Mataku membulat “Apa mungkin”
Dengan langkah cepat aku segera meninggalkan rumah ini.
“Tuhan, lindungilah eommaku”
Nyonya Jung pov
Disinilah aku, didepan sebuah rumah mewah yang sangat sangat aku benci. Dengan sebilah pisau ditanganku, aku bersumpah akan membunuh semua keluarga itu tanpa sisa. Kulangkahkan segera kakiku menuju rumah besar itu. Terlihat seorang satpam yang menghapiriku.
“Maaf aggashi, anda siapa?”
“Aku nyonya Jung. Aku ingin bertemu dengan pemilik rumah ini. Aku sudah buat janji dengannya”
“Baiklah silakan masuk”
Kubuka pintu ruangan itu. Kulihat seorang namja yang tengah terduduk di sebuah sofa dengan sebuah koran ditangannya.
“Kau kesini untuk membayar hutang kalian?”
“Cih, dasar lelaki hina. Setelah kau menjebaknya dengan permainan kotormu, lalu sekarang kau memintaku untuk melunaskan hutang keluargaku!!!” teriakku
Lelaki itu menampakkan seringaiannya “Ayolah, semua orang yang terjun didalam dunia bisnis pasti juga akan melakukan hal itu. Kalian saja yang terlalu bodoh”
“Kau, aku bersumpah suatu saat nanti hidupmu dan keluargamu tidak akan bahagia”
Ccih, itu hanya kata-kata yang keluar dari kalangan rendah seperti kalian”
Sungguh aku tidak tahan lagi dengan laki-laki ini.
Normal pov
Nyonya Jung dengan langkah cepat berusaha menusukkan pisau yang ada ditangannya pada namja itu. Namun, namja itu dengan sigap mengahadangnya dengan memegang kedua tangan nyonya Jung, terjadilah aksi dorong-mendorong diantara keduanya.
“Aww” ringis namja itu ketika darah segar telah mengalir di tangan kirinya.
“Kau akan mati!!” geram nyonya Jung
“Tidak semudah itu, dasar parasit” ujar namja itu kesal
DOOORRRR!!!
“Andwaeeeee!!!”
Tobe countinou…..

FINALLY, KELAR JUGA. AKU KASIH PANJANG LANJUTANNYA. THANKS YA BUAT KALIAN YANG UDAH COMMENT. AKU SANGAT SENANG. AKU JADI SEMANGAT TERUSIN FFNYA. SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN KELANJUTANNYA YA!! JANGAN BOSAN BUAT COMMENT NE  HAPPY READING GUYS!! MIAN JIKA ADA KATA-KATA YANG SALAH DALAM PENULISANNYA. SARANGHAE 

DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 1

Author : HUNHANNISSA

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan | Tiffany Hwang | Park Chanyeol

Support cast : find it by your self

Genre : romance, sad, family

Length : chapter

Kehidupanku sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Harta, kedudukan, dan kehormatan semua telah kumiliki sejak aku terlahir di dunia ini. Namun, tiba-tiba seseorang yang tak kukenali merampas semuanya tanpa belas kasihan sedikit pun. Haruskah ku terima perlakuannya padaku? atau aku harus membalasnya seribu kali lipat?

Seoul, Januari 2005

Jessica POV
“Aish eomma menyebalkan. seumur-umur aku tidak pernah ke pasar. Oh, sungguh aku tidak akan ketempat yang menjijikan itu lagi” gerutuku seraya melihat dua kantong putih besar ditanganku.
“Aish, berat sekali” kesalku
BRUKKKK
“Yaaaa!!!!” teriakku
“Aish, siapa yang melempar bola ke arahku?” ujarku kesal
“Mian nona” ujar seorang namja kepadaku
“Cih, gara-gara kau semua belanjaanku tumpah. Dasar bodoh” ujarku seraya menatap tajam namja itu.
“Mianhe, aku tak sengaja. Lagipula kau yang bodoh, tidak bisa menghindar. Jangan-jangan matamu bermasalah ya? Ah, pergilah kerumah sakit, akan kubayar semua pengobatanmu” ujar namja itu dengan wajah mengejek.
“Mwo?? Kau, kau tidak tahu aku siapa? Asal kau tahu ya, bahkan ayahmupun bisa kujadikan pembantu dirumahku” geramku
“Hahaha, sombong sekali kau. Kau bahkan hanya anak manja yang berlindung dibawah ketiak ayahmu. Aku tahu itu, bagaimana jika ayahmu kelak tiada? Apa kau bisa berkata seperti itu?”
“Ya-”
“Permisi, tidak seharusnya kalian bertengkar disini. Kalian menghalangi jalanku” ujar seorang namja yang tiba-tiba ada didepan kami.
“Cih” ujarku kesal kemudian bergegas meninggalkan mereka.

Chanyeol POV
Setelah yeoja itu pergi, kini giliran namja yang tadi bertengkar dengannya pergi dari hadapanku. Ada apa dengan mereka berdua? Kulihat kantong-kantong putih berserakan dijalanan. Sepertinya itu punya yeoja itu.

Jessica POV
“Mimpi apa aku semakam, sampai-sampai aku mengalami kejadian ini?” gerutuku
“Jessica Jung pabo!! Belanjaan eomma jadi tidak kubawa. Ah, bagaimana ini?” gerutuku pada diriku sendiri.
“Nona!!!”
Akupun menoleh pada sumber suara itu. Aku mengerutkan dahiku.
“Nona, kau meninggalkan belanjaanmu”
“M-mwo?? G-gomawo” ujarku kikuk seraya mengambil belanjaanku dari tangannya
“Biar aku saja yang bawa, ini pasti sangat berat bagi yeoja kurus sepertimu” ujarnya tersenyum
“Tidak perlu. Aku tidak ingin menyusahkanmu” ujarku ketus
“Ah, kau memiliki emosi yang buruk rupanya” ujarnya kemudian berjalan mendahuluiku.

10 menit kemudian, akhirnya kami sampai dirumahku.
“Jadi ini rumahmu?”
“Ne”
“Rumah yang indah” ujarnya tersenyum
“Ne. Gomawo”
“Park Chanyeol imnida. Kau bisa memanggilku Chanyeol” ujarnya tersenyum
“Jessica Jung imnida. Kau bisa memanggilku Jessica”
“Baiklah aku pergi dulu” ujarnya kemudian menyerahkan kantong belanjaannya padaku.

Ku langkahkan kakiku menuju rumahku yang terlihat seperti istana. Kulihat dua mobil hitam mewah terparkir dihalaman rumahku. “Siapa yang datang?” gumamku. Ku buka pintu rumah ini. Ku lihat appa, eomma dan dua orang serta beberapa orang berbadan besar yang berada di belakang dua orang yang tidak ku kenali itu tengah terduduk di sofa.
“Ada apa ini?” ujarku bingung
“Je-jessica” ujar eomma
“Wae? Kenapa wajah eomma terlihat pucat?”
“Jadi dia anakmu tuan Jung. Dia sangat cantik” ujar namja yang cukup berumur dengan seringaian diwajahnya.
“Jangan macam-macam dengan anakku. Jika kau menyentuh rambutnya sehelai saja, kupastikan kau akan mati” ujar appa dengan intonasi yang tinggi.
“Sebenarnya ada apa ini?”
“Hahaha, jadi anakmu yang cantik ini belum tahu kalau ayahnya telah berhutang padaku dan sekarang tidak bisa membayar hutangnya karena perusahaanmu yang baru saja bangkrut itu?” ujar namja itu dengan intonasi yang tiodak kalah tingginya.
“Mwo???” ujarku terkejut
“Kau-” ujar appa marah
“Appa” lirihku
Ku lihat eomma yang tengah menangis disampingku.
“Dengarkan aku, aku tidak mau tahu besok kau harus membayar hutangmu atau aku akan memaksa anak buahku untuk menyeret kalian semua keluar dari rumah ini” ujar namja itu kemudian meninggalkan kami.
“B-bagaimana ini bisa terjadi?” ujarku lemas
Perlahan air mata mulai mengalir dipipiku.
“Maafkan appa” ujar appa
Akupun bergegas meninggalkan mereka. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang? Kuharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang segera akan terhenti bila aku bangun.
“Yunho!!!!”
Ku balikkan tubuhku ke arah eomma dan appa.
DEG
“Appaaaa” teriakku
segera ku hampiri appa yang tengah tergeletak dilantai.
“M-mi-an m-mem-bu-at ka-li-an s-su-lit. Mi-an”
“Apppaaaa”
“Tidak Yunho. Kumohon jangan tinggalkan aku” teriak eomma yang tengah memeluk tubuh appa.
“Hiks.. Yunho-ah hiks.. bangun”
“Appa hiks hiks.. jangan tinggalkan kami”
“Sica-ah” ujar eommaku kemudian kurasakan kini eomma mendekap erat tubuhku.
Aku harus kuat, ya. Kasihan eomma, aku harus melindungi eomma mulai saat ini.
“Eomma uljimma” ujarku seraya membalas pelukan eomma
“his hiks”

tobe countinou…

uwaaa!!! akhirnya selesai. Aku baru nih ngeposting ff aku. Semoga pada suka ya 🙂 hehe. Mianhe kalo ada kesalahan dalam penulisan. Kalo kalian udah baca. Please give me a comment. Thanks for your read 🙂